gadsdenriverfest.com -X mengumumkan kebijakan baru terkait konten AI yang menampilkan konflik bersenjata. Kreator yang tidak menandai video sebagai hasil AI akan ditangguhkan dari monetisasi. Kebijakan ini bertujuan meningkatkan transparansi dan mencegah penyebaran konten yang menyesatkan.
Kepala Produk X, Nikita Bier, menjelaskan aturan tersebut dalam pernyataan resmi yang dilaporkan Engadget, Rabu. Ia menyebutkan bahwa pelanggar pertama akan dikeluarkan dari program monetisasi selama 90 hari. Sementara itu, pelanggar berulang akan dihapus permanen dari program bagi hasil.
“Kebijakan ini hanya berlaku untuk kreator terdaftar di program monetisasi X dan konten konflik bersenjata yang dibuat dengan AI,” ujar Bier. Aturan ini tidak mencakup seluruh konten AI atau akun yang tidak dimonetisasi.
Langkah ini muncul di tengah meningkatnya kekhawatiran tentang penyebaran video perang yang dihasilkan AI. Konten seperti ini berpotensi menimbulkan misinformasi atau memicu kebingungan di antara pengguna. Dengan menandai konten AI, penonton dapat membedakan antara rekaman nyata dan konten yang dibuat secara sintetis.
Penerapan kebijakan X menunjukkan pendekatan selektif. Fokusnya hanya pada konten yang sensitif dan berisiko, khususnya video konflik bersenjata. Hal ini memungkinkan platform menjaga monetisasi kreator sambil tetap menegakkan standar etika.
Baca juga:“DJI Osmo Pocket 4 Bakal Punya Lampu LED Bongkar Pasang”
Notes dan AI Metadata untuk Awasi Konten Perang Buatan AI
X memperkuat kebijakan baru untuk menangguhkan pendapatan kreator konten perang berbasis AI tanpa label. Platform ini memanfaatkan sistem Community Notes dan deteksi metadata AI generatif untuk menandai pelanggaran. Langkah ini bertujuan menjaga transparansi dan mencegah penyebaran konten yang menyesatkan pengguna.
Kepala Produk X, Nikita Bier, menjelaskan bahwa Community Notes adalah fitur pemeriksaan fakta berbasis komunitas. Fitur ini memungkinkan pengguna memberi catatan terkait konten yang diduga menyesatkan atau tidak akurat. Selain itu, X juga memeriksa metadata video AI untuk mendeteksi konten generatif secara otomatis.
“Kebijakan ini sangat diperlukan di masa konflik, meski perang antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran belum secara resmi diumumkan,” kata Bier. Pernyataan ini menegaskan fokus platform pada konten yang berpotensi memengaruhi opini publik saat situasi geopolitik sensitif.
Perkembangan teknologi pembuatan video berbasis AI meningkat pesat. Konten generatif kini sulit dibedakan dari rekaman asli oleh sebagian besar pengguna. Kondisi ini meningkatkan risiko misinformasi dan penyebaran narasi palsu.
Dengan kombinasi Community Notes dan teknologi pendeteksian metadata, X berupaya memastikan bahwa konten perang buatan AI diberi label yang jelas. Kreator yang gagal mematuhi aturan akan dikenai sanksi monetisasi sesuai tingkat pelanggaran.
Kebijakan ini bersifat selektif dan hanya berlaku bagi kreator yang terdaftar dalam program monetisasi. Konten AI lain atau akun yang tidak dimonetisasi tidak terkena dampak. Fokusnya tetap pada video konflik bersenjata, sebagai bentuk mitigasi risiko penyebaran informasi yang menyesatkan.
Fitur Label AI untuk Konten Sintetis Meski Belum Wajibkan Pelabelan
X terus memperkuat transparansi konten buatan AI di platformnya. Sebelumnya, perusahaan menambahkan label khusus pada gambar dan video yang dihasilkan oleh chatbot Grok, tetapi pengguna belum diwajibkan mengungkapkan bahwa konten mereka dibuat dengan AI. Kebijakan baru ini menunjukkan fokus X pada pengawasan konten sintetis.
Secara terpisah, platform ini tengah menguji fitur pelabelan AI yang lebih luas. Fitur ini memungkinkan pengguna menandai unggahan mereka sebagai konten sintetis. Inisiatif ini pertama kali dilaporkan oleh Social Media Today dan menjadi bagian dari upaya X untuk meningkatkan akurasi informasi.
Fitur pelabelan AI yang sedang diuji dirancang agar pengguna bisa menandai konten video, gambar, atau teks yang dibuat dengan bantuan teknologi generatif. Sistem ini diharapkan membantu penonton membedakan antara konten asli dan konten yang dihasilkan secara otomatis.
Hingga saat ini, X belum mengumumkan jadwal resmi peluncuran fitur pelabelan tersebut. Perusahaan masih melakukan pengujian internal untuk memastikan akurasi deteksi dan kemudahan penggunaan bagi pengguna platform.
Langkah ini muncul di tengah kekhawatiran global tentang penyebaran konten generatif yang sulit dibedakan dari rekaman asli. Dengan menandai konten AI, pengguna dapat lebih memahami konteks unggahan dan mengurangi risiko misinformasi.
Selain itu, kebijakan pelabelan AI juga sejalan dengan upaya X menangguhkan pendapatan kreator yang mengunggah video konflik bersenjata tanpa label. Kedua inisiatif ini menunjukkan pendekatan platform untuk menjaga integritas konten sekaligus memberi edukasi kepada kreator.
Baca juga:“Apple Kenalkan MacBook Air M5 dengan Kapasitas Memori Lebih Besar”




Leave a Reply