gadsdenriverfest.com -Badan antariksa Amerika Serikat, NASA, meluncurkan misi satelit baru untuk penelitian eksoplanet. Peluncuran dilakukan pada Minggu, 11 Januari waktu setempat. Misi ini bertujuan mempelajari atmosfer planet di luar Tata Surya dan bintang induknya.
Satelit tersebut diberi nama sandi Pandora. NASA merancang Pandora untuk mengamati perubahan cahaya bintang saat eksoplanet melintas. Metode ini membantu ilmuwan memahami komposisi atmosfer eksoplanet. Data tersebut penting untuk menilai karakteristik fisik planet.
Pandora diluncurkan menggunakan roket Falcon 9 milik SpaceX. Peluncuran berlangsung pada pukul 05.44 Pacific Time atau 20.44 WIB. Roket lepas landas dari Vandenberg Space Force Base di California. Orbit yang dituju adalah orbit rendah Bumi.
NASA memilih orbit rendah untuk meningkatkan stabilitas pengamatan. Posisi ini memungkinkan pengumpulan data jangka panjang. Satelit dapat memantau target berulang kali dengan gangguan minimal. Pendekatan ini meningkatkan akurasi hasil pengamatan.
Misi Pandora Amati 20 Eksoplanet Dengan Sensor Cahaya Ganda
Satelit Pandora akan mempelajari sedikitnya 20 eksoplanet bersama bintang induknya. Misi ini menjadi bagian dari upaya NASA memahami atmosfer planet di luar Tata Surya. Pengamatan dilakukan secara terfokus dan berjangka panjang.
Pandora dirancang untuk memantau eksoplanet saat mengorbit bintang masing-masing. Satelit melakukan pengamatan berkelanjutan selama periode transit planet. Pendekatan ini membantu ilmuwan menangkap perubahan cahaya secara konsisten. Data yang stabil meningkatkan kualitas analisis atmosfer.
Instrumen Pandora mengumpulkan cahaya tampak dan inframerah dekat secara bersamaan. Kombinasi dua spektrum ini penting untuk studi eksoplanet. Cahaya tampak memberikan informasi aktivitas bintang. Inframerah dekat mengungkap komposisi atmosfer planet.
NASA menjelaskan metode ini membantu memisahkan sinyal planet dari bintang induk. Aktivitas bintang sering menimbulkan gangguan pengukuran. Dengan data spektral ganda, peneliti dapat mengisolasi sinyal atmosfer planet. Teknik ini meningkatkan akurasi interpretasi data.
Pandora Targetkan Deteksi Kabut, Awan, Dan Air Eksoplanet
Misi pengamatan Pandora bertujuan mengungkap karakter atmosfer eksoplanet secara lebih akurat. NASA merancang misi ini untuk membedakan sinyal planet dari pengaruh bintang induk. Fokus utama penelitian adalah struktur dan kandungan atmosfer planet.
Pandora akan menganalisis apakah atmosfer eksoplanet mengandung kabut atau awan. Keberadaan kabut dapat mengaburkan sinyal kimia penting. Awan juga memengaruhi cara cahaya diserap dan dipantulkan. Informasi ini krusial untuk menilai kondisi atmosfer.
Selain itu, Pandora meneliti kemungkinan keberadaan air di atmosfer planet. Air menjadi indikator penting dalam studi kelayakhunian. Deteksi uap air memerlukan pemisahan sinyal yang sangat presisi. Gangguan cahaya dari bintang sering menimbulkan kesalahan interpretasi.
NASA menjelaskan banyak sinyal yang diduga berasal dari atmosfer planet ternyata bersumber dari bintang induk. Aktivitas bintang menghasilkan variasi cahaya dan spektrum. Pandora dirancang untuk mengidentifikasi perbedaan tersebut. Pendekatan ini meningkatkan keandalan data eksoplanet.
Baca juga:“2026 Diprediksi Jadi Momen Kebangkitan Pasar Kripto Indonesia”




Leave a Reply