gadsdenriverfest.com -Lintasarta resmi memperkenalkan Lintasarta AI Marketspace Universe (LAMPU), platform digital terpadu yang mendukung pembelian dan adopsi solusi digital. Peluncuran ini diumumkan di Jakarta, Jumat, oleh President Director & CEO Lintasarta, Bayu Hanantasena.
Bayu menjelaskan, LAMPU memanfaatkan kekuatan infrastruktur Lintasarta, termasuk konektivitas, cloud, dan keamanan siber. Platform ini menjadi ekosistem bagi pelaku usaha, penyedia solusi, dan pengembang lokal untuk berkolaborasi, mempercepat inovasi, serta memperluas skala bisnis lebih efisien.
“LAMPU memungkinkan integrasi berbagai layanan digital secara mudah dan aman. Platform ini menjadi wadah bagi ekosistem digital untuk tumbuh bersama,” kata Bayu.
Platform LAMPU menawarkan beragam layanan digital, antara lain aplikasi Software as a Service (SaaS), layanan komputasi, Application Programming Interface (API), keamanan siber, konektivitas, model prediksi, kecerdasan buatan (AI), dan analitik. Semua layanan ini dirancang agar bisnis dapat mengadopsi teknologi digital dengan cepat dan efektif.
Peluncuran LAMPU sejalan dengan tren transformasi digital di Indonesia. Menurut data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), penetrasi internet di Indonesia mencapai lebih dari 77% populasi, mendorong kebutuhan solusi digital yang terintegrasi dan aman.
Baca juga:“Legoland Malaysia Ajak Keluarga Belajar Melalui Wahana Interaktif”
LAMPU Tawarkan Layanan Fleksibel dengan Keamanan dan Kinerja Terjamin
Lintasarta memperkenalkan LAMPU sebagai platform digital terintegrasi yang mendukung adopsi teknologi modern secara efisien dan aman.
Platform ini dirancang untuk memastikan kinerja layanan optimal, latensi rendah, serta mekanisme keamanan berlapis. Tujuannya adalah memberikan pengalaman pengguna yang stabil dan andal.
Selain itu, LAMPU menghadirkan beragam skema pemanfaatan layanan. Pengguna dapat memilih pay-as-you-go, berlangganan (subscription), atau lisensi tingkat perusahaan (enterprise licensing) sesuai kebutuhan bisnis dan anggaran. Fleksibilitas ini memungkinkan perusahaan dari berbagai skala mengadopsi teknologi digital tanpa investasi infrastruktur besar.
“LAMPU mempermudah perusahaan memanfaatkan solusi digital canggih, sambil memastikan keamanan data dan performa optimal,” kata Bayu Hanantasena, President Director & CEO Lintasarta, dalam keterangan resmi.
Skema fleksibel ini juga mendukung pengembangan bisnis lokal, karena perusahaan dapat menyesuaikan layanan sesuai tingkat pertumbuhan dan kebutuhan operasional mereka. Platform menyediakan berbagai layanan mulai dari SaaS, API, analitik, hingga layanan berbasis AI.
Adopsi Teknologi dan Perkuat Ekosistem AI Nasional
Lintasarta memperkenalkan LAMPU sebagai platform digital terintegrasi yang memudahkan perusahaan mengadopsi teknologi dengan aman dan efisien.
Platform ini memadukan konektivitas andal, cloud aman, dan keamanan siber matang, sehingga pengguna dapat menjalankan solusi digital dengan percaya diri.
“Ekosistem digital yang kuat membutuhkan infrastruktur andal dan keamanan siber terintegrasi. LAMPU menyatukan semua itu untuk perusahaan skala kecil hingga besar,” ujar Bayu Hanantasena, President Director & CEO Lintasarta, di Jakarta, Jumat.
Selain mendukung adopsi teknologi, LAMPU juga fokus pada pengembangan ekosistem AI di Indonesia. Platform menyediakan akses ke model AI, dataset lokal, dan solusi AI untuk kebutuhan industri.
LAMPU juga mendorong kolaborasi dengan institusi akademik dan startup AI nasional, sehingga inovasi teknologi dapat tumbuh berkelanjutan. Hal ini sekaligus meningkatkan kemampuan industri dalam memanfaatkan data dan analitik secara strategis.
Baca juga:“Ana/Trias Siapin Strategi Khusus Jelang Semifinal Thailand Masters”




Leave a Reply