gadsdenriverfest.com -Selama bertahun-tahun, RAM dikenal sebagai komponen komputer yang relatif terjangkau.
Situasi itu berubah drastis seiring pesatnya adopsi kecerdasan buatan global.
Permintaan memori melonjak karena perusahaan teknologi memperluas pusat data AI.
Kebutuhan RAM besar menjadi syarat utama menjalankan model AI berskala masif.
Rantai pasok memori global gagal mengejar lonjakan permintaan tersebut.
Kondisi ini mendorong harga RAM naik tajam dalam waktu singkat.
Sejak Oktober 2025, harga RAM tercatat meningkat lebih dari dua kali lipat.
Beberapa distributor bahkan melaporkan kenaikan hingga lima kali lipat.
Tekanan harga paling terasa pada perakit komputer dan produsen perangkat.
Mereka harus menanggung biaya komponen yang jauh lebih mahal dari sebelumnya.
Steve Mason dari CyberPowerPC menyebut lonjakan harga sangat ekstrem.
“Kami menerima penawaran sekitar 500 persen lebih tinggi dibanding beberapa bulan lalu,” ujarnya.
Mason menilai kondisi ini memaksa produsen mengambil keputusan sulit.
Produsen harus memilih antara menaikkan harga atau menekan margin keuntungan.
Keputusan tersebut berisiko berdampak langsung pada konsumen akhir.
RAM merupakan komponen vital pada smartphone, laptop, dan komputer desktop.
Fungsi dasar seperti membuka aplikasi sangat bergantung pada kapasitas RAM.
Tanpa memori cukup, kinerja perangkat akan menurun drastis.
Baca juga:“LG Siap Hadirkan Monitor Gaming Berteknologi 5K AI Upscaling di CES 2026”
AI dan Pasokan Terbatas Jadi Penyebab Utama Kenaikan Harga RAM
Harga RAM global melonjak tajam dalam beberapa tahun terakhir.
Kenaikan ini dipicu lonjakan kebutuhan industri kecerdasan buatan.
Permintaan memori kini jauh melampaui pasokan yang tersedia.
Penulis buku Chip War, Chris Miller, menyebut AI sebagai faktor utama krisis memori.
Ia menjelaskan lonjakan terjadi terutama pada High Bandwidth Memory.
Jenis memori ini menjadi komponen penting untuk pemrosesan AI skala besar.
Menurut Miller, tekanan permintaan berdampak pada seluruh segmen chip memori.
Kenaikan harga tidak hanya terjadi pada produk kelas atas.
Memori untuk perangkat konsumen ikut terdorong naik.
Pandangan serupa disampaikan analis Tech Insights, Mike Howard.
Ia menilai permintaan jangka panjang memperparah ketidakseimbangan pasar.
Penyedia layanan cloud global telah mengunci kebutuhan memori hingga 2027.
“Penyedia cloud sudah mengamankan pasokan untuk 2026 dan 2027,” ujar Howard kepada BBC.
Langkah ini mempersempit ruang pasok bagi pasar non-server.
Akibatnya, produsen perangkat konsumen menghadapi biaya lebih tinggi.
Howard menegaskan pasokan RAM tidak mampu mengikuti rencana ekspansi raksasa teknologi.
Google dan Amazon termasuk dalam daftar perusahaan tersebut.
Kondisi ini memberi posisi tawar kuat bagi pemasok memori.
Keterbatasan pasokan membuka ruang kenaikan harga secara agresif.
Produsen chip kini lebih leluasa menetapkan harga baru.
Tekanan ini dirasakan langsung oleh industri perangkat elektronik.
Kenaikan Harga DRAM Dorong Potensi Kenaikan Harga iPhone 17
Kelangkaan memori DRAM global mulai berdampak pada industri smartphone premium.
Apple diperkirakan menjadi salah satu produsen yang terdampak langsung.
iPhone 17 disebut berpotensi mengalami kenaikan harga akibat biaya RAM.
Laporan Gizmochina menyebut Apple menghadapi lonjakan harga DRAM signifikan.
Kondisi ini menekan margin keuntungan perusahaan asal Cupertino tersebut.
iPhone 17 diprediksi menjadi model pertama yang terkena dampaknya.
Tekanan biaya berasal dari kenaikan harga modul RAM LPDDR5X.
Modul berkapasitas 12GB disiapkan untuk iPhone 17 Pro.
Harga komponen ini melonjak tajam dalam waktu singkat.
Data industri menunjukkan harga RAM tersebut naik drastis.
Sebelumnya, biaya modul berada di kisaran USD 25 hingga USD 29.
Kini, harganya mencapai sekitar USD 70 per unit.
Kenaikan ini setara dengan lonjakan sekitar 230 persen.
Angka tersebut sangat besar dalam struktur biaya perangkat elektronik.
Bahkan bagi Apple, kenaikan ini tergolong signifikan.
Selama bertahun-tahun, Apple mengandalkan kontrak pasokan jangka panjang.
Strategi tersebut membantu mengunci harga komponen lebih awal.
Pendekatan ini membuat Apple relatif kebal dari fluktuasi pasar.
Namun, situasi DRAM kali ini dinilai berbeda.
Permintaan global meningkat sementara pasokan terbatas.
Produsen memori lebih fokus memenuhi kebutuhan pusat data AI.
Baca juga:“Bocoran Desain Samsung Galaxy S26: Modul Kameranya Mirip Galaxy Z Fold?”




Leave a Reply