gadsdenriverfest.com -Tim peneliti dari Universitas Hunan mengembangkan sistem operasi cerdas untuk mesin bor terowongan.
Inovasi ini memberi mesin raksasa bawah tanah kemampuan pengambilan keputusan mandiri.
Pengembangan dilakukan bersama China Railway Construction Heavy Industry Co., Ltd.
Kolaborasi ini menargetkan peningkatan konstruksi terowongan otonomos dan pencegahan risiko.
Para peneliti menyampaikan temuan tersebut kepada kantor berita Xinhua.
Pernyataan resmi disampaikan pada Sabtu, 24 Januari.
Sistem operasi cerdas ini berfungsi sebagai “otak pintar” bagi TBM.
Teknologi tersebut memungkinkan mesin menyesuaikan operasi berdasarkan kondisi lapangan.
TBM sering dijuluki “naga baja” karena ukuran dan kekuatannya.
Mesin ini menjadi alat utama dalam pembangunan terowongan transportasi dan utilitas.
Baca juga:“Dirjen WHO Bantah Alasan AS Tarik Diri”
Otak Pintar TBM Mampu Prediksi Risiko dan Sesuaikan Penggalian
Peneliti China mengembangkan sistem cerdas untuk mengatasi risiko pengeboran terowongan.
Inisiatif ini dipimpin Profesor Chen Renpeng dari Universitas Hunan.
Tim peneliti mengajarkan mesin bor terowongan membaca kondisi tanah.
Sistem juga memprediksi risiko dan menyesuaikan operasi secara mandiri.
Teknologi ini dirancang sebagai penjaga konstruksi waktu nyata.
Sistem terus mengumpulkan data dari berbagai sensor pada TBM.
Data tersebut dianalisis untuk memahami kondisi geologis sekitar.
Algoritma kemudian memprediksi potensi bahaya yang mungkin muncul.
Berdasarkan analisis, sistem merekomendasikan parameter penggalian optimal.
Penyesuaian dilakukan tanpa menunggu intervensi operator manusia.
Profesor Zhang Chao menjelaskan manfaat utama teknologi ini.
Ia menyebut sistem mampu memprediksi penurunan tanah secara akurat.
Teknologi Otak Pintar TBM Tingkatkan Efisiensi Proyek Terowongan
Sistem otak pintar TBM menunjukkan hasil nyata di proyek Guangzhou.
Teknologi ini meningkatkan kinerja konstruksi terowongan secara terukur.
Dalam proyek tersebut, sistem mempercepat diagnosis kerusakan dan pemeliharaan.
Efisiensi proses tersebut meningkat sekitar 20 persen.
Pemanfaatan peralatan juga mengalami peningkatan signifikan.
Tingkat penggunaan TBM naik sekitar 12 persen selama proyek berjalan.
Selain itu, kemajuan konstruksi bulanan ikut terdongkrak.
Tim mencatat peningkatan progres sebesar lima persen.
Hasil ini menunjukkan dampak langsung teknologi cerdas pada produktivitas.
Otomatisasi membantu mengurangi waktu henti dan kesalahan operasional.
Perhimpunan Jalan Raya dan Transportasi China menilai inovasi ini strategis.
Organisasi tersebut menyebut teknologi ini penting bagi kemajuan industri.
Baca juga:“Jeno dan Jaemin Siap Debut Sebagai Unit Baru NCT JNJM pada Februari”




Leave a Reply