Bobby Nasution Bergantian Berkantor Di Nias Percepat Pembangunan Wilayah Tertinggal
Pemprov Sumut Hadirkan Pemerintahan Langsung Dari Kepulauan Nias
Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution menerapkan kebijakan berkantor secara bergantian di Kepulauan Nias bersama Wakil Gubernur Sumut Surya selama tiga bulan. Langkah tersebut dilakukan untuk mempercepat pembangunan dan memastikan persoalan daerah kepulauan mendapat penanganan langsung dari pemerintah provinsi.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Sumatera Utara Erwin Hotmansah Harahap mengatakan kebijakan itu menjadi bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan pelayanan dan koordinasi pembangunan lebih dekat dengan masyarakat.
Menurut Erwin, pola berkantor langsung di Kepulauan Nias memungkinkan pemerintah provinsi melihat kondisi lapangan secara lebih menyeluruh. Dengan demikian, program pembangunan dapat disusun berdasarkan kebutuhan nyata masyarakat setempat.
Bobby Nasution Dorong Pembangunan Infrastruktur Dan Layanan Publik Di Nias
Selama menjalankan agenda berkantor di Kepulauan Nias pada 15–20 Juli 2026, Bobby Nasution mendorong sejumlah program strategis untuk meningkatkan kualitas pendidikan, konektivitas, dan pelayanan publik.
Beberapa program yang menjadi perhatian pemerintah provinsi antara lain pembangunan SMK Negeri 1 Gido di Kabupaten Nias serta pembangunan SMA Negeri Unggulan Sukma Nias di Kota Gunungsitoli.
baca juga: Kejagung: Nama di BAP Sony Sonjaya Belum Tentu Bersalah
Di sektor infrastruktur, Pemprov Sumatera Utara mempercepat perbaikan ruas jalan yang menghubungkan Nias Barat dan Nias Selatan. Pemerintah juga melanjutkan pembangunan Jembatan Sungai Mo’awo di Kota Gunungsitoli serta pembangunan gudang logistik di kawasan Pelabuhan Ro-Ro Gunungsitoli.
Selain infrastruktur fisik, pemerintah provinsi turut memperkuat sektor kesehatan di Nias Selatan. Upaya lain dilakukan melalui revitalisasi situs megalitik Tetegewo dan Bawomataluo untuk mendukung pengembangan pariwisata serta pelestarian budaya lokal.
Pemerintah juga menyalurkan bantuan kepada nelayan dan masyarakat di Nias Barat sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat pesisir.
Wakil Gubernur Surya Lanjutkan Agenda Berkanto Di Kepulauan Nias
Setelah masa berkantor Bobby Nasution pada pekan pertama, agenda pemerintahan di Kepulauan Nias dilanjutkan oleh Wakil Gubernur Sumatera Utara Surya.
Erwin menjelaskan Bobby Nasution akan kembali berkantor di wilayah tersebut setelah agenda wakil gubernur selesai. Pergantian kepemimpinan langsung ini dilakukan agar percepatan pembangunan tetap berjalan secara berkelanjutan.
Kebijakan tersebut menjadi langkah baru dalam sejarah Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. Erwin menyebut agenda berkantor langsung di Kepulauan Nias merupakan yang pertama dilakukan gubernur sejak provinsi tersebut berdiri sekitar 78 tahun lalu.
Sebelumnya, gubernur Sumatera Utara lebih banyak melakukan kunjungan kerja ke Kepulauan Nias tanpa menetapkan kegiatan pemerintahan secara langsung dari wilayah tersebut.
Percepatan Pembangunan Jadi Prioritas Untuk Daerah Tertinggal
Pemerintah Provinsi Sumatera Utara memberikan perhatian khusus kepada Kepulauan Nias karena masih terdapat empat kabupaten yang masuk kategori daerah tertinggal. Wilayah tersebut meliputi Kabupaten Nias, Nias Utara, Nias Selatan, dan Nias Barat.
Kondisi geografis kepulauan menjadi salah satu tantangan utama dalam pembangunan Nias. Jarak antarpulau, keterbatasan infrastruktur, serta akses layanan dasar menjadi faktor yang perlu mendapat penanganan secara bertahap.
Melalui kebijakan berkantor di Kepulauan Nias, pemerintah provinsi berharap koordinasi antarinstansi semakin efektif dan penyelesaian berbagai hambatan pembangunan dapat dilakukan lebih cepat.
Erwin berharap masyarakat ikut mendukung program tersebut agar berbagai pembangunan yang telah direncanakan dapat memberikan manfaat langsung bagi peningkatan kesejahteraan warga Nias.
Ke depan, kehadiran pemerintah secara langsung di Kepulauan Nias diharapkan mampu memperkuat pemerataan pembangunan Sumatera Utara serta mempercepat transformasi wilayah kepulauan menjadi kawasan yang lebih maju dan mandiri.
baca juga: Pemprov Sumut siapkan Puskesmas Mandrehe Nias Barat jadi rawat inap




Leave a Reply