Anggota MPR Apresiasi Perjuangan Pelajar Kepulauan Aru di LCC Empat Pilar
Pelajar Kepulauan Aru Tempuh Perjalanan Laut untuk Ikuti Kompetisi Kebangsaan
Anggota MPR RI Saadiah Uluputty mengapresiasi perjuangan pelajar Kabupaten Kepulauan Aru yang mengikuti Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI Tahun 2026 Tingkat Provinsi Maluku. Para peserta dari wilayah kepulauan tersebut menempuh perjalanan panjang menggunakan kapal laut untuk tiba di Kota Ambon.
Peserta dari Kepulauan Aru diketahui telah berada di Ambon sejak 21 Juli 2026. Mereka datang lebih awal untuk mempersiapkan diri menghadapi perlombaan yang berlangsung pada Sabtu (25/7).
Saadiah menilai perjalanan yang ditempuh para pelajar menjadi bukti kuatnya semangat belajar dan kecintaan terhadap nilai-nilai kebangsaan. Menurutnya, keterbatasan geografis tidak boleh menjadi penghalang bagi generasi muda untuk berkompetisi dan meraih prestasi.
“Peserta dari Kabupaten Aru sudah berada di Kota Ambon sejak tanggal 21 Juli dengan menggunakan kapal laut untuk mengikuti perlombaan ini. Kita berikan apresiasi dan aplaus kepada peserta dari Kabupaten Aru,” ujar Saadiah dalam keterangannya di Jakarta, Senin.
LCC Empat Pilar MPR RI Dorong Wawasan Kebangsaan Pelajar Maluku
Saadiah menyampaikan apresiasi tersebut saat membuka LCC Empat Pilar MPR RI Tahun 2026 Tingkat Provinsi Maluku di Ambon. Ia mengatakan kompetisi tersebut tidak hanya bertujuan mencari pemenang, tetapi juga menjadi sarana membangun karakter generasi muda.
Menurut Saadiah, peserta LCC Empat Pilar mendapatkan kesempatan untuk memperdalam pemahaman mengenai nilai-nilai Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta semboyan Bhinneka Tunggal Ika.
Ia menilai nilai-nilai tersebut penting untuk membentuk generasi muda yang memiliki wawasan kebangsaan dan mampu menghadapi tantangan masa depan.
“Yang sedang dipersiapkan bukan hanya para juara lomba, melainkan calon-calon pemimpin bangsa yang memiliki wawasan kebangsaan, karakter yang kuat, serta kecintaan yang mendalam kepada Indonesia,” kata Saadiah.
Saadiah juga mengingatkan peserta agar menjadikan perlombaan sebagai ruang pembelajaran. Ia meminta seluruh peserta menjaga sportivitas, kejujuran, dan semangat persatuan selama mengikuti kompetisi.
baca juga: BGN Pecat 261 Pegawai, Ada yang Terlibat Judol hingga Makan Uang MBG
Menurutnya, kemenangan dalam perlombaan memang menjadi pencapaian penting. Namun, karakter dan integritas menjadi bekal yang lebih besar dalam perjalanan generasi muda.
Tantangan Geografis Maluku Jadi Perhatian dalam Pemerataan Kesempatan
Saadiah berharap penyelenggaraan LCC Empat Pilar MPR RI pada tahun berikutnya dapat melibatkan lebih banyak peserta dari seluruh kabupaten dan kota di Maluku.
Ia mengakui kondisi geografis Maluku sebagai wilayah kepulauan menghadirkan tantangan tersendiri. Jarak antarpulau dan keterbatasan transportasi menjadi faktor yang memengaruhi akses peserta untuk mengikuti berbagai kegiatan pendidikan.
“Saya berharap pada tahun-tahun mendatang seluruh kabupaten di Maluku dapat hadir mengikuti lomba ini. Banyak daerah yang memiliki keinginan besar untuk berpartisipasi, namun menghadapi tantangan geografis dan transportasi,” ujarnya.
Saadiah berharap dukungan berbagai pihak dapat membuka peluang lebih luas bagi pelajar dari wilayah terpencil dan terluar agar memiliki kesempatan yang sama untuk menunjukkan kemampuan.
Ia juga mengajak peserta menjadikan nilai-nilai Empat Pilar MPR RI sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga persatuan bangsa.
Pemprov Maluku Apresiasi Dukungan MPR RI untuk Pelajar Daerah Kepulauan
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Sarlota Singerin turut memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan LCC Empat Pilar MPR RI. Ia menilai kegiatan tersebut memberikan ruang bagi pelajar Maluku untuk berkompetisi dalam bidang pendidikan kebangsaan.
Menurut Sarlota, dukungan tersebut sangat berarti bagi daerah kepulauan seperti Maluku yang menghadapi tantangan geografis dan keterbatasan fiskal.
“Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada MPR RI yang masih menyediakan panggung nasional bagi anak-anak Provinsi Maluku melalui LCC Empat Pilar MPR RI,” kata Sarlota.
Ia menjelaskan tingginya biaya transportasi antarpulau membuat sejumlah kompetisi pendidikan belum dapat diikuti secara maksimal oleh peserta didik dari berbagai wilayah Maluku.
Karena itu, LCC Empat Pilar MPR RI menjadi kesempatan penting bagi pelajar daerah untuk mengembangkan kemampuan sekaligus memperkenalkan potensi generasi muda Maluku.
Sarlota berharap penyelenggaraan berikutnya dapat melibatkan lebih banyak sekolah dari wilayah terluar, seperti Kabupaten Maluku Barat Daya, Seram Bagian Timur, dan Kepulauan Aru.
Sembilan Sekolah Ikuti LCC Empat Pilar MPR RI Tingkat Maluku 2026
LCC Empat Pilar MPR RI Tingkat Provinsi Maluku Tahun 2026 diikuti oleh sembilan sekolah dari berbagai kabupaten dan kota.
Sekolah yang berpartisipasi dalam kompetisi tersebut terdiri atas SMAN Maluku Tenggara, SMAN 1 Ambon, SMAN 12 Ambon, SMAN 3 Seram Bagian Barat, MAN 2 Maluku Tengah, MAN Ambon, SMAN 3 Kepulauan Aru, SMAS Kristen YPKPM Ambon, dan SMA As Salam Ambon.
Kehadiran peserta dari berbagai wilayah menunjukkan keberagaman sekaligus semangat pelajar Maluku dalam memperkuat pemahaman kebangsaan.
Perjuangan pelajar Kepulauan Aru yang menempuh perjalanan laut untuk mengikuti LCC Empat Pilar menjadi gambaran bahwa semangat belajar dapat melampaui batas geografis. Ke depan, pemerataan akses pendidikan dan kompetisi nasional diharapkan semakin terbuka bagi seluruh pelajar Indonesia.
baca juga: Gubernur Kaltara: LCC Empat Pilar perkuat nasionalisme pelajar




Leave a Reply