gadsdenriverfest -Petenis Ukraina unggulan ketujuh, Elina Svitolina, meraih kemenangan mengejutkan. Ia mengalahkan unggulan kedua asal Kazakhstan, Elena Rybakina. Pertandingan berlangsung Kamis WIB (14/5). Skor akhirnya 2-6, 6-4, 6-4. Svitolina melangkah ke semifinal Italian Open. Ini pertama kalinya ia kembali ke babak empat besar sejak 2018.
“Setelah melahirkan putri kami yang cantik, Skai, sungguh istimewa bagi saya untuk memiliki momen-momen seperti ini di lapangan,” kata Svitolina seusai pertandingan, dikutip dari WTA.
Svitolina sempat tertinggal di set pertama. Rybakina bermain agresif dan memenangkan set pertama 6-2. Namun Svitolina beradaptasi. Ia meningkatkan konsistensi pukulan baseline. Set kedua berakhir 6-4 untuk Svitolina. Set penentuan berlangsung sengit. Svitolina mematahkan servis Rybakina di game krusial dan menutup 6-4.
Kemenangan ini membawa Svitolina kembali ke peringkat 10 besar dunia. Peringkat terakhirnya sebelum turun karena cuti melahirkan adalah posisi 21. Sekarang ia naik signifikan. “Kembali ke Top 10, memainkan pertandingan besar, memenangi pertandingan. Itu memberi saya perasaan yang luar biasa dan sangat berharga untuk terus maju dan meraih lebih banyak lagi,” ujarnya.
Di semifinal, Svitolina akan bertemu pemenang antara Swiatek dan Pegula. Rekor head-to-head Svitolina melawan Swiatek adalah 1-6, sedangkan melawan Pegula 5-7. Namun dengan momentum positif dan semangat sebagai ibu baru, Svitolina optimis bisa melangkah lebih jauh.
Baca juga:Manchester City Jaga Peluang Juara Usai Tumbangkan Crystal Palace 3-0
Kini Tantang Swiatek di Semifinal: Rekor Head to Head 2-4
Elina Svitolina melanjutkan kebangkitannya di Roma. Setelah mengalahkan Elena Rybakina, ia melaju ke semifinal. Svitolina menang dengan skor 2-6, 6-4, 6-4. Kemenangan ini menyamakan rekor head to headnya dengan Rybakina menjadi 4-4 di level WTA Tour. Di babak empat besar, Svitolina akan menantang Iga Swiatek.
Swiatek sendiri melaju mulus ke semifinal. Ia mengalahkan Jessica Pegula 6-1, 6-2. Pertandingan hanya berlangsung 67 menit. Swiatek adalah juara tiga kali di Roma. Ia tampil sangat dominan sejak awal.
Semifinal nanti akan menjadi pertemuan keenam antara Svitolina dan Swiatek. Rekor head to head sementara 4-2 untuk keunggulan Swiatek. Namun Svitolina memenangi pertemuan terakhir mereka. Itu terjadi di Indian Wells musim ini. Svitolina bermain dengan percaya diri tinggi.
Svitolina menjalani perjalanan luar biasa. Ia baru kembali setelah cuti melahirkan. Putrinya bernama Skai. Kini ia kembali ke peringkat 10 besar. Kemenangan atas unggulan kedua Rybakina adalah pencapaian besar.
Swiatek juga sedang dalam performa terbaik. Ia tidak kehilangan satu set pun sepanjang turnamen. Servis dan baseline-nya solid. Pertemuan kedua pemain ini diprediksi sengit. Svitolina ingin membalas kekalahan sebelumnya. Swiatek ingin mempertahankan gelar keempatnya.
Raih Semifinal WTA 1000 Ketiga di 2026
Ketika Rybakina unggul 6-2, 3-3, Svitolina mulai bangkit. Ia mempertahankan servisnya untuk memimpin 5-3. Rybakina kembali mengancam pada kedudukan 15-30 dua game kemudian. Namun Svitolina melewati situasi sulit. Ia akhirnya memenangi set kedua dengan skor 6-4. Svitolina terus berjuang hingga akhir di set penentu. Saat servis pada kedudukan 5-4, petenis berusia 31 tahun itu menutup pertandingan. Ia melepaskan servis kuat yang tidak dapat dikembalikan Rybakina.
Hasil itu mencatatkan sejarah. Ini adalah semifinal ketiga di Internazionali BNL d’Italia antara mantan juara Roma di era modern. Sebelumnya, Martina Hingis vs Venus Williams pada 2006. Lalu Jelena Jankovic vs Serena Williams pada 2010. Kini Svitolina vs Swiatek menyusul.
Setelah mencapai semifinal di Dubai dan Indian Wells awal musim ini, Svitolina kini telah mencapai tiga semifinal WTA 1000 dalam satu musim. Ini adalah kedua kalinya dalam kariernya setelah 2017. Ia mencatatkan 15 semifinal WTA 1000 sepanjang karier. Angka ini menyamai Karolina Pliskova dan Coco Gauff di antara petenis aktif. Hanya Swiatek (22) dan Aryna Sabalenka (21) yang memiliki catatan lebih banyak.
Perjalanan Svitolina di Roma 2026 menginspirasi. Ia membuktikan bahwa usia dan cuti melahirkan bukan penghalang. Kini ia menghadapi tantangan terbesar: Iga Swiatek. Apakah Svitolina mampu mengulang kemenangan seperti di Indian Wells? Atau Swiatek yang akan membalas? Semifinal ini layak dinanti. Siapa pun yang menang, sejarah baru telah ditulis di tanah liat Roma.
Baca juga:From Ashes to New Resmi Merilis Album Bertajuk “Reflections”




Leave a Reply