gadsdenriverfest -Ajang loncat tebing akrobatik dunia bergulir di Bali. Red Bull Cliff Diving World Series 2026 digelar di Broken Beach, Nusa Penida. Kabupaten Klungkung menjadi tuan rumah. Kompetisi berlangsung 21-23 Mei 2026. Ini pertama kalinya event ini hadir di Pulau Dewata.
Awalnya putaran pertama dan kedua direncanakan di Air Terjun Kroya, Buleleng. Namun kondisi cuaca buruk mengubah segalanya. Sedimentasi yang terbawa arus dari hulu membuat kedalaman air berkurang. Lokasi itu dinilai kurang ideal untuk kompetisi.
Direktur Olahraga Red Bull Cliff Diving, Orlando Duque, menjelaskan hal ini dalam konferensi pers di Denpasar, Rabu (20/5/2026). “Beberapa titik masih cukup aman. Namun panitia memilih memindahkan seluruh putaran ke Broken Beach. Keselamatan atlet, kru, dan tim penyelam adalah prioritas utama,” ujarnya.
Broken Beach memiliki tebing alami dengan ketinggian 27 meter. Air di bawahnya cukup dalam dan jernih. Lokasi ini juga menawarkan pemandangan laut terbuka yang eksotis. Sebanyak 26 atlet dari 12 negara akan bertanding. Mereka akan melompat dari ketinggian 21-28 meter dengan gerakan akrobatik.
Para atlet telah melakukan adaptasi di lokasi baru. Mereka mengaku tantangannya berbeda karena ombak dan angin laut. Namun semangat tetap membara. Red Bull Cliff Diving World Series 2026 diprediksi menyedot ribuan wisatawan. Akomodasi di Nusa Penida sudah hampir penuh. Pemerintah daerah menyambut baik perpindahan ini. Mereka berharap event ini mempromosikan pariwisata Bali Timur.
Orlando Duque menutup dengan optimisme. “Pindahan lokasi bukan halangan. Justru ini kesempatan menunjukkan keindahan Nusa Penida ke dunia,” pungkasnya. Lompatan spektakuler akan menghiasi tebing Broken Beach. Masyarakat dapat menyaksikan secara gratis dari area yang ditentukan. Keamanan dan kenyamanan penonton juga menjadi perhatian utama.
Baca juga:Ubed Tampil Mengejutkan, Tumbangkan Unggulan India di Malaysia Masters 2026
Red Bull Cliff Diving World Series 2026 Pindah ke Broken Beach, Nusa Penida, Bali Demi Keselamatan Atlet
Ajang loncat tebing akrobatik dunia hadir di Bali. Red Bull Cliff Diving World Series 2026 digelar di Broken Beach, Nusa Penida. Kompetisi berlangsung 21–23 Mei 2026. Ini pertama kalinya event ini di Pulau Dewata.
Pemindahan Lokasi karena Sedimentasi
Direktur Olahraga Red Bull Cliff Diving, Orlando Duque, menjelaskan perubahan lokasi. Putaran pertama dan kedua awalnya di Air Terjun Kroya, Buleleng. Namun sedimentasi dan cuaca mengubah kedalaman air. “Keselamatan atlet dan kru menjadi prioritas utama. Kondisi kedalaman berubah, akhirnya seluruh ronde dipindah ke Broken Beach,” kata Duque dalam konferensi pers di Denpasar, Rabu (20/5/2026).
Ia mengakui keputusan ini disayangkan. Air Terjun Kroya punya potensi besar. Pihak penyelenggara tetap membuka peluang untuk kembali ke sana musim depan.
Bali: Lokasi Lengkap untuk Olahraga Ekstrem
Orlando Duque memuji Bali. “Bali punya semuanya. Siapa tak kenal Bali? Alam, budaya, atmosfernya lengkap,” ujarnya. Tebing Broken Beach setinggi 27 meter. Air di bawahnya jernih dan dalam. Pemandangan laut terbuka eksotis.
24 Atlet Dunia dan Adaptasi Khusus
Sebanyak 24 atlet terbaik dunia (12 putri, 12 putra) bertanding. Atlet putri melompat dari ketinggian 21 meter. Atlet putra dari 27 meter. Kecepatan masuk air mencapai 85 km/jam. Orlando menambahkan kondisi pijakan tebing Bali lebih curam. Ini tantangan tersendiri. Para atlet harus adaptasi khusus.
Wildcard Coba Venue Buleleng
Meski venue Buleleng batal, atlet wildcard Aidan Heslop sempat mencoba Air Terjun Kroya. Ia mendapat pengalaman baru. Lompatan butuh presisi lebih tinggi. Termasuk pendaratan ke titik air tertentu.
Event ini menempatkan Bali dalam peta sport tourism premium dunia. Ribuan wisatawan diprediksi hadir. Akomodasi di Nusa Penida hampir penuh. Pemerintah daerah menyambut baik perpindahan ini. Orlando Duque optimistis. “Lompatan spektakuler akan menghiasi tebing Broken Beach,” pungkasnya. Masyarakat dapat menyaksikan gratis dari area aman. Keamanan dan kenyamanan penonton jadi perhatian utama.
24 Atlet Siap Lompat dari Ketinggian 27 Meter
Ajang loncat tebing akrobatik dunia dimulai di Bali. Red Bull Cliff Diving World Series 2026 digelar di Broken Beach, Nusa Penida. Kompetisi berlangsung 21–23 Mei 2026. Ini pertama kalinya event ini hadir di Pulau Dewata. Awalnya lokasi di Air Terjun Kroya, Buleleng. Namun sedimentasi dan cuaca mengubah kedalaman air. Panitia memindahkan seluruh ronde ke Broken Beach demi keselamatan atlet.
Direktur Olahraga Red Bull Cliff Diving, Orlando Duque, menjelaskan keputusan ini. “Keselamatan atlet dan semua kru prioritas utama. Kondisi kedalaman berubah, akhirnya seluruh ronde dipindahkan ke Broken Beach,” katanya. Ia menyesalkan pemindahan karena Air Terjun Kroya berpotensi besar. Namun penyelenggara membuka peluang kembali ke sana musim depan.
Duque memuji Bali sebagai lokasi olahraga ekstrem. “Bali punya semuanya. Alam, budaya, atmosfernya semua ada di sini,” ujarnya. Sebanyak 24 atlet terbaik dunia (12 putri, 12 putra) bertanding. Atlet putri melompat dari ketinggian 21 meter. Atlet putra dari 27 meter. Kecepatan masuk air mencapai 85 km/jam. Kondisi pijakan tebing Bali lebih curam. Para atlet harus beradaptasi khusus.
Atlet wildcard Aidan Heslop sempat mencoba Air Terjun Kroya. “Setiap tempat memiliki karakteristik berbeda. Kami harus siap beradaptasi. Bali sangat menantang,” katanya. Atlet wildcard perempuan Xantheia Pennisi menambahkan, “Atlet tidak hanya mengejar performa maksimal, tetapi juga menjaga kondisi tubuh tetap konsisten. Keselamatan harus diperhitungkan. Kami ingin hindari cedera.”
Setelah Bali, seri kompetisi berlanjut ke Copenhagen, Bosnia, dan Oman. Oman menjadi tuan rumah pertama kalinya. Event ini menempatkan Bali dalam peta sport tourism premium dunia. Ribuan wisatawan diprediksi hadir. Akomodasi di Nusa Penida hampir penuh. Masyarakat dapat menyaksikan gratis dari area aman. Pemerintah daerah menyambut baik perpindahan ini. Lompatan spektakuler akan menghiasi tebing Broken Beach. Keamanan dan kenyamanan penonton menjadi perhatian utama.
Baca juga:Pelatih Sebut Komunikasi Leo/Daniel Semakin Membaik




Leave a Reply