gadsdenriverfest.com – BGN upayakan jaminan keamanan Program Makan Bergizi (MBG). Hal ini menyusul alokasi anggaran sebesar Rp 335 triliun pada 2026 untuk memastikan zero incident keracunan. Kepala BGN Dadan Hindayana menegaskan komitmennya pasca satu laporan keracunan di satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
“Baca juga : Buruh Gelar Aksi Demo Nasional 28 Agustus, Ini Tuntutannya”
“Kami berusaha sekuat tenaga menghilangkan kasus ini. Setiap kejadian, SOP langsung diperbaiki,” tegas Dadan di Jakarta, Selasa (19/8/2025). Ekspansi 82,9 juta penerima manfaat berisiko teknis, namun perbaikan standar operasional menjadi solusi kunci.
Sebanyak 75% anggaran atau sekitar Rp 250 triliun dialokasikan untuk intervensi makan bergizi. Nilai tersebut setara dengan penyaluran Rp 1,2 triliun per hari ke 4,4 juta ibu hamil, 20 juta balita, dan 50 juta anak sekolah. Targetnya adalah layanan penuh 20 hari per bulan sepanjang tahun.
Tahun depan, digitalisasi sistem menjadi prioritas untuk integrasi data real-time seluruh SPPG. Kolaborasi dengan BKKBN dan kementerian terkait akan difokuskan pada kelompok rentan. Langkah ini diharapkan memitigasi risiko dan memastikan distribusi tepat sasaran.
Digitalisasi sistem menjadi fokus utama tahun depan untuk mengintegrasikan seluruh SPPG. “Data anak-anak yang hadir setiap hari bisa langsung masuk ke pusat,” jelas Dadan. Kolaborasi dengan kementerian lain juga diperkuat, khususnya untuk kelompok rentan seperti ibu hamil dan balita.
“Baca juga : Ibu Hamil di Brebes Jalani Pemeriksaan Gratis Cegah Stunting”
Dengan pendekatan komprehensif tersebut, BGN upayakan dan optimis dapat mempertahankan kepercayaan publik dan meningkatkan dampak program gizi nasional.




Leave a Reply