gadsdenriverfest.com – BGN Ungkap bahwa hingga pertengahan Agustus 2025, sebanyak 5.885 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG (Makan Bergizi) telah resmi beroperasi. Dapur-dapur ini tersebar di 38 provinsi, 510 kabupaten, dan mencakup 7.200 kecamatan di seluruh Indonesia.
“Baca juga : Presiden Prabowo Prioritaskan Kenaikan Gaji PNS dan Pensiunan”
Dalam konferensi pers RAPBN dan Nota Keuangan 2026 yang berlangsung di Jakarta, Jumat (15/8/2025), Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana menyebutkan bahwa program ini terus berkembang. Ia juga mengungkapkan bahwa hampir 19.000 dapur MBG lainnya berada dalam tahap menuju operasional dan telah teridentifikasi kesiapan infrastrukturnya.
Dadan menekankan bahwa pembangunan seluruh dapur MBG tidak menggunakan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). “Perlu kami tegaskan ini bukan menggunakan APBN.
Dana APBN sebesar Rp10,3 triliun tahun ini sepenuhnya digunakan untuk intervensi pemenuhan gizi, bukan infrastruktur,” ujar Dadan. Ia menambahkan bahwa semua dapur MBG dibiayai oleh mitra kerja sama, baik swasta maupun komunitas.
BGN Laporkan 5.885 Dapur MBG Sudah Beroperasi, Target 7.000 Unit Hingga Agustus 2025
BGN menargetkan terbentuknya 7.000 dapur MBG hingga akhir Agustus 2025. Dapur-dapur ini dirancang untuk melayani hingga 20 juta penerima manfaat, terutama di wilayah rawan gizi dan daerah terpencil.
Sebelum beroperasi penuh, setiap dapur MBG harus melalui proses verifikasi yang ketat oleh Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI). Verifikasi meliputi kelayakan fasilitas, sistem distribusi makanan, standar penyimpanan, serta dokumen administratif yang harus lengkap.
“Baca juga: Olahraga Terbaik untuk Penderita Insomnia, Tidur Lebih Nyenyak!”
BGN Ungkap komitmen dalam memperkuat ketahanan gizi nasional dengan melibatkan kolaborasi lintas sektor. Jika berhasil, model pembiayaan non-APBN ini bisa menjadi rujukan program-program pembangunan sosial lainnya.




Leave a Reply